Jumat, 04 Oktober 2019

Menggali Keresahan Menjadi Sebuah Karya di Era Digital


Esaunggul.ac.id, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Esa Unggul menggelar seminar bertajuk “Internet of Things and Technopreneur” di Ballroom Aula Kemala, (01/09) lalu. Sejumlah pembicara dihadirkan dalam seminar tersebut diantaranya Onno Widodo Purbo, Pakar IT Nasional, dan Evan Sebastian, Founder Start up Fitco.
Dalam materi seminarnya, Evan mengatakan di era digital saat ini anak muda dapat dengan mudah menyalurkan minat dan bakatnya untuk menghasilkan sesuatu karya yang menjadi passion mereka. Dalam membuat sebuah karya, lanjut evan, anak muda dapat menggali keresahan apa yang ada di dalam diri mereka untuk dijadikan karya berbentuk aplikasi yang berdampak pada masyarakat luas.
“Jadi anak muda terutama kalian nih, mahasiswa dalam membuat sebuah karya atau aplikasi dimulai dari menggali keresahan kalian terhadap sejumlah isu di lingkungan kalian. Karena dari keresahan tersebut, banyak anak muda yang membuat bahkan menciptakan aplikasi yang berdampak besar bagi masyrakat, contohnya Go-Jek di bidang transportasi atau Kitabisa.com dalam bidang Crowfrunding Social,” terangnya.


Seperti yang ditawarkan oleh aplikasi miliknya yakni FITCO, muncul dari keresahan dirinya melihat masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan untuk berpergian ketimbang jalan kaki. di FITCO lanjut Evan, para pejalan kaki bisa menghitung jumlah gerakan yang dilakukan selain itu, agar lebih semangat untuk melakukan jalan kaki, disiapkan sejumlah reward.
“Setiap langkah pengguna akan diapresiasi dengan FITCOINTS. FITCOINTS yang terkumpul ini lah yang nantinya bisa ditukarkan dengan reward.,” terangnya

Dirinya pun berpesan kepada seluruh mahasiswa Esa Unggul dalam membuat karya dalam dunia digital ini dibutuhkan konsistensi dan kerja keras yang besar. Karena segala perubahan yang terjadi di dunia digital sangat cepat terjadi, untuk itu keuletan dan kesabaran diperlukan untuk membangun sebuah karya menjadi bisnis yang sukses terutama pada bisnis start-up.
“Jangan kalian pikir dunia Start-up itu merupakan dunia yang simple. Pada kenyataan banyak yang dipertaruhkan jika kalian ini terjun di bisnis digital, waktu, tenaga hingga materi. Jangan hanya berpikir jika kita disuntikan modal besar oleh investor kita akan sustain untuk menjalankan, malah jika suntikan itu tidak dimanfaatkan dengan benar maka akan menjadi beban tersendiri bagi kita,” tutupnya.

Acara seminar ini juga dihadiri oleh Wakil dekan Fakultas Ilmu Komputer, Riya Widayanti, S.Kom, MMSI jajaran dosen, pengurus BEM Fasilkom hingga mahasiswa dari berbagai jurusan. Selain itu, sejumlah hiburan pun ditampilkan dalam acara ini salah satunya penampilan memikat dari UKM Band Esa Unggul.

Jumat, 19 Juli 2019

12 Mahasiswa Esa Unggul Terpilih pada Program Magang Bersertifikat di Pelindo II

Esaunggul.ac.id, Sebanyak 12 mahasiswa Universitas Esa Unggul mengikuti kegiatan Orientasi Program Mahasiswa Magang Bersertifikat (PMMB) di Pelindo II, Selasa (15/07). Kegiatan Orientasi ini dilakukan guna memberikan gambaran pekerjaan yang akan mereka lakukan saat menjalani program magang tersebut.
Kepala Biro Pengembangan Kerjasama Universitas Esa Unggul, Hartati Ningsih, SE menjelaskan nantinya para mahasiswa yang terpilih mengikuti program PMMB ini akan melakukan magang selama enam bulan terhitung mulai tanggal 15 Juli 2019 hingga Januari 2020.
“Mereka yang terpilih ini akan melakukan magang selama enam bulan, seleksi penerimaan mahasiswa magang ini berdasarkan sejumlah kualifikasi mulai dari nilai hingga kualifikasi yang mereka miliki,” ujar Hartati di Universitas Esa Unggul beberapa waktu.
This image has an empty alt attribute; its file name is gAMBAR-Nih.jpg
Hartati pun mengatakan 12 mahasiswia Universitas Esa Unggul yang terpilih mengikuti magang di Pelindo ini berasal dari Fakultas yang berbeda, dengan rincian enam mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer, empat dari Fakultas Psikologi, satu mahasiswa Fakultas Hukum dan satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Diharapkan dengan program pemagangan di Pelindo dan sejumlah BUMN ini, Hartati melanjutkan dapat memberikan pengalaman kepada para mahasiswa mengenai gambaran pekerjaan mereka nantinya setelah lulus.
“Dan yang diharapkan selain meningkatkan skill mereka, program magang ini mampu memberikan pengalaman baru bagi para mahasiswa sebagai bekal mereka di dunia kerja saat mereka lulus,” tutupnya.

Senin, 18 Maret 2019

Yang muda yang Berbudaya di Fasdays 2019

Salah satu Kegiatan Dalam Fasdays 2019 yakni Bazar
Esaunggul.ac.id, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Esa Unggul menggelar acara Fas Day 2019. Fas Day merupakan acara yang digelar setiap tahunnya untuk memperingati Ulang tahun Fasilkom UEU. Pada tahun ini, Fasday digelar untuk memperingati Ulang Tahun Fasilkom ke-14. Tema yang diangkat dalam Fasdays 2019 kali ini ialah Muda dan Berbudaya.
Sabri, Ketua Fasdays 2019 menjelaskan dipilihnya tema muda dan Berbudaya untuk memberikan kesadaran kepada anak-anak muda terutama mahasiswa Esa Unggul untuk tidak menghilangkan jati diri budaya bangsa Indonesia meskipun saat ini arus informasi, Teknologi dan kebudayaan luar dengan mudah masuk ke Indonesia. Sudah septutnya, anak muda yang merupakan penerus bangsa bangga kepada kebudayaan sendiri dan mampu melestarikannya.
Seminar Fasdays membahas Inovasi dan Teknologi
“Tema yang kami pilih saat ini sangat selaras dengan fenomena anak muda indonesia yang telah terpengaruh oleh informasi dan teknologi yang sangat cepat menyebar, tak jarang mereka meninggalkan dan acuh kepada budaya (Culture) sendiri, untuk itu Fasdays mengajak teman-teman yakni generasi milenial agar mau melihat betapa beragamnya budaya Indonesia dan mendorong anak muda untuk memajukan teknologi dengan karakter berbudaya dan sportifitas” ujar Sabri, di Universitas Esa Unggul beberapa waktu yang lalu.
Adapula Kegiatan Donor Darah yang dilaksanakan di Ballroom Aula Kemala
Sejumlah kegiatan pun digelar untuk memeriahkan Fasdays 2019, Sabri menerangkan dihari pertama Fasdays digelar Bazar selama tiga hari. Bazar ini menjajahkan sejumlah makanan, kosmetik hngga pakaian yang dapat dibeli oleh mahasiswa dengan harga terjangkau. Selain Bazar juga digelar Turnamen Futsal dan E-Sport. Sementara itu, Di hari ketiga diselenggarakan Seminar yang membahas terkait Inovasi Teknologi Untuk Pembangunan Indonesia Berkelanjutan. Sementara itu di hari terakhir Fasdays, diselenggarakan panggung musik yang menghadirkan sejumlah musisi kenamaan salah satunya Endah n Rhesa.
Suasana Kegiatan Fasdays
“Kegiatan Fasdays diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 11 hingga 16 Maret, nah, sejumlah kegiatan kami laksanakan seperti Bazar, Turnamen game PUBG dan MBBB, ada juga Seminar terkait inovasi dan teknologi dan di hari terakhir kami gelar Panggung musik untuk memeriahkan suasana Fasdyas 2019,” Ujarnya.
Suasana Saat Closing
Sabri bersama teman-teman Fasilkom berharap acara ini dapat diselenggarakan kembali tahun depan karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan sangat positif dan mudah-mudahan Fasdays 2019 mampu memberikan manfaat kepada anak-anak muda terutama mahasiswa Esa Unggul untuk meningkatkan kesadaraan terkait budaya Indonesia.

Jumat, 26 Oktober 2018

Asiknya Kuliah di Kelas Internasional Esa Unggul, Dapat Dua Gelar hingga Belajar Budaya Baru

Birin Saat Menikmati Musim Dingin di NXU
Esaunggul.ac.id, Cerita Seru datang dari para mahasiswa kelas Internasional Universitas Esa Unggul yang telah menyelesaikan pendidikannya selama dua tahun di Nanjing Xiaozhuang University (NXU) Cina. M. Shabirin mahasiswa Kelas Internasional jurusan IT UEU dan NXU menceritakan betapa serunya kuliah di Negeri Tirai Bambu tersebut selama dua tahun.
Mahasiswa berkacamata ini mengatakan selama menjalani program Kelas Internasional dirinya banyak mempelajari sejumlah hal salah satunya Budaya dari negara lain seperti bahasa dan kuliner di Cina. Selain itu, dirinya juga bisa merasakan, serunya musim dingin di wilayah Cina.
“Serunya saat kuliah di kelas Internasional itu setiap hari belajarnya menggunakan bahasa inggris, jadi setiap hari kita bisa improve dan mampu mengembangkan bahasa kita sedangkan untuk sehari-hari kami pun mengimprove bahasa lokal yakni mandarin. Selain itu, di kelas Internasional pun kami berteman oleh mahasiswa berbagai negara, bisa sharing budaya, bahasa, dan lain lain. Asiknya juga bisa merasakan musim dingin disini karena turun salju, yang tidak kita temukan di Indonesia” terang Birin di Universitas Esa Unggul (22/10/2018).
Saat Bersama dengan teman-teman di nanjing
Sementara itu, dalam hal sistem perkuliahaan dan pelajaran yang diajarkan di kampus Nanjing Xiozhuang University dirinya tidak mengalami kesulitan dalam mengikutinya, karena tidak berbeda jauh dengan sistem yang berlaku di Indonesia. “Kalau pelajaran untuk jurusannya kurang lebih sama sih seperti di indonesia. Soalnya dosen-dosen disana semuanya professor dan keren-keren banget, pembedanya dari pembelajaran di Indonesia itu ada pelajaraan terkait budaya Cina,” terangnya.
Merasakan Suasana Baru
Birin pun berpesan bagi para mahasiswa Esa Unggul jangan ragu lagi untuk masuk kelas Internasional di Universitas Esa Unggul, selain mendapatkan pengalaman pada budaya baru, mahasiswa Kelas Internasional UEU pun bakal mendapatkan dua gelar (Double Degree) dari UEU dan NXU yang akan diselesaikan selama kurang lebih empat tahun.
“Jangan Sia-siakan kesempatan untuk masuk ke kelas Internasional. Uang bisa dicari, tapi kesempatan gak bakal dateng 2 kali. Kalau kamu bisa dapetin kesempatan itu sekarang, Ambil! Jadilah berbeda dari temen-temen kamu. Kalau temen kan kuliah 4 tahun cuma punya 1 gelar, kamu bisa punya 2 gelar sekaligus. Percayalah, Itu juga jadi salah satu hal penting yang bakal membantu kamu untuk bisa dilirik sama perusahaan-perusahaan besar,” tutupnya.

Senin, 10 September 2018

Open House Magister Ilmu Komputer, Universitas Esa Unggul

Fakultas Ilmu Komputer terus melakukan pengembangan dan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan maupun penelitiannya. Salah satu upaya pengembangan yang dilakukan oleh Fasilkom yaitu dengan didirikannya Program Studi Paska Sarjana Magister Ilmu Komputer, yang direncanakan dimulai pada tahun ajaran semester ganjil 2017-2018.
Open house Program Magister Ilmu Komputer bertujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan visi Prodi kepada masyarakat dalam rangka membangun masyarakat cerdas melalui pengetahuan dan teknologi yang bersahabat dengan komunitasnya. Sesuai dengan visi prodi, open house ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Prodi Magister Ilmu Komputer dalam rangka mengajak, menjalin, dan membangun komunitas ilmu komputer yang peduli terhadap pertumbuhan lingkungannya, dan mengkontribusi pertumbuhan lingkungan melalui penerapan aplikasi dan penelitian tentang teknologi informasi di masyarakat.
Kegiatan open house Prodi Magister Ilmu Komputer diselenggarakan dengan mengundang narasumber Bapak Kridanto Surendro, Ph.D, seorang praktisi dan peneliti di bidang Teknologi Informasi dari Institut Teknologi Bandung, yang memberikan penjelasan mengenai trend teknologi dan peluang penelitian terkini yang berpotensi bagi penumbuhan smart society di Indonesia.

Jumat, 29 September 2017

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Luncurkan Aplikasi Sholat Safar


Shalat Safar di Perjalanan
Shalat Safar di Perjalanan

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Luncurkan Aplikasi Sholat Safar

Tiga mahasisawa Fakultas Ilmu Komputer di Universitas Esa Unggul meluncurkan ‘safarii pada Rabu 27 Agustus 2017 di play store. Aplikasi ini memandu penggunanya dalam melakukan shalat safar di perjalanan.
Kepala project Alex Gufron menjelaskan, safarii diluncurkan dengan tujuan memberikan saran kepada penggunanya dalam melakukan ibadah shalat selama di perjalanan. “Kita membuat suatu aplikasi yang memudahkan pengguna untuk memandu salat safar. Artinya ketika dia dalam safar atau dalam perjalanan tidak khawatir masalah shalatnya karena  akan dipandu oleh aplikasi ini,” katanya, Jumat (29/9).
Menurutnya, konsep ini baru pertama kali dikenalkan di Indonensia. Kemunculan ide ini berawal dari dirinya dan kedua temannya berdiskusi di masjid untuk membuat suatu aplikasi islami dalam rangka mengikuti perlombaan MTQMN di Malang. Meski tidak menyabet juara pertama, namun ide yang mereka miliki adalah pertama kali di Indonesia.
“Kebanyakan aplikasi islam itu seperti aplikasi zakat, hadist, Al-Quran. Kalau untuk aplikasi yang memandu shalat dalam perjalanan itu belum ada. Maka muncul idenya dari situ,” tambahnya.
Salah seorang programmer dan analisis aplikasi safarii, Ricko Vernanda menambahkan, sebagai seorang musafir janganlah sampai melupakan kewajiban shalat. Sebab, Allah telah memberikan kemudahan dengan cara shalat itu diringkas. Maka, melalui aplikasi ini pengguna akan diberikan layanan kemudahan dalam menentukan waktu shalat dan kategori shalat yang dilakukan.
“Kami berpendapat banyak orang-orang ketika mudik tidak mengetahui bagaimana shalat di perjalanan. Mereka masih bingung apakah harus di jama’ atau diqashor. Dengan adanya safarii ini semoga dapat menjadi panduan dan memudahkan penggunanya,“ katanya.
Sumber : Republika, Jakarta.

Jumat, 15 September 2017

Dua mahasiswa Esa Unggul Persembahkan Medali Sea Games


Dua Mahasiswa Esa Unggul yang mengikuti Sea Games di Malaysia
Dua Mahasiswa Esa Unggul yang mengikuti Sea Games di Malaysia
Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Sea Games 2017 yang diselenggarakan di negeri Jiran Malaysia meyedot perhatian seluruh pecinta ohlaraga Asia Tenggara. Dari sekitar 38 cabang ohlaraga yang diikutsertakan, indonesia harus puas menempati urutan kelima perolehan medali se-Asia Tenggara tersebut. Meski demikian, para atlet Indonesia telah berusaha semaksimal mungkin guna memberikan yang terbaik bagi bangsanya.
Dalam turnamen akbar se-Asia Tenggara tersebut, Esa Unggul juga ikut berpartisipasi dalam menyukseskan perolehan medali bagi Indonesia. Selain ada tim kebugaran Ilmu Gizi Esa Unggul yang memberikan konsultasi bagi Indonesia selama di Malaysia, terdapat dua atlet basket kebanggaan Indonesia yang merupakan mahasiswa aktif Universitas Esa Unggul. Keduanya adalah Abraham Damar Granita dari Fakultas Teknik, dan kadek Pratita Citta Dewi Mahasiswa Ilmu Komputer.
Keduanya terpilih oleh pelatih Timnas Basket Indonesia setelah melakukan pemusatan latihan di Los Angeles, Amerika Serikat selama seminggu, keduanya merupakan pilar utama di Timnas Basket Indonesia, baik Putra dan Putri.
Sebenarnya terdapat tiga mahasiswa Esa Unggul yang lolos namun Dewa Ayu Kusuma tidak diikutkan karena menderita cidera bahu. Oleh sebab itu, hanya mereka berdualah mahasiswa kampus emas yang dipilih sebagai pemain Timnas Basket Indonesia selama Sea Games di Malaysia.
Suasana Saat Penerimaan Medali
Suasana Saat Penerimaan Medali
Hasilnya, Abraham Damar Garhita yang bermain di Timnas Basket Putera Indonesia berhasil membawa perak dengan mengalahkan Timnas Thailand. Basket Putri Indonesia hanya mampu menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia. Dengan hasil demikian, resmi Esa Unggul memiliki tambahan mahasiswa berprestasi yang Go Internasional dan menjadi andalan Indonesia di Kategori lombanya masing-masing.